dinar-online.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Daftar Artikel Credit Crunch = Dimusnahkannya Riba ?

Credit Crunch = Dimusnahkannya Riba ?

 

liborKrisis finansial global yang melanda dunia yang sudah berlangsung kurang lebih 1.5 tahun ini di dunia finansial juga disebut sebagai credit crunch. Saya terus terang kesulitan menterjemahkan credit crunch ini kedalam bahasa Indonesia yang pas tetapi arti crunch dalam bahasa kita antara lain adalah – mengunyah, menggiling , melindas, menghancurkan dan sejenisnya.

Oleh karenanya yang lebih pas dari istilah credit crunch saya menterjemahkannya ke bahasa Al-Quran saja yaitu ‘Dimusnahkannya Riba’ (QS 2 : 276). Ini dengan pengertian bahwa credit –nya saya artikan meminjam dengan bunga (karena memang inilah mayoritas yang terjadi).

Betapa cepatnya krisis ini memusnahkan institusi dan praktek ribawi di dunia, dapat saya sarikan dalam paragraph berikut ;

Krisis ini berawal dari kegagalan di subprime mortgages di AS Agustus 2007, kemudian diikuti Northern Rock Bank di Inggris September 2007 yang ujungnya bank tersebut harus di nasionalisasi Februari 2008, hampir bersamaan dengan collapse-nya Bear Stearns di AS January 2008.

Belum pulih pasar dari rentetan kejadian tersebut diatas, muncul lagi bencana lebih besar di September 2008 yang ditandai dengan dengan collapse-nya Lehman Brothers yang dkemudian diikuti serangkaian bailout beberapa bank/institusi finansial besar di AS,Inggris dan beberapa Negara lain di bulan-bulan berikutnya.

Dampak dari serangkaian kejadian di AS dan Inggris ini tentu mendunia; sampai-sampai kita yang berada di belahan bumi lain di Indonesia-pun ikut terkena getahnya. Kalau sebelum krisis uang kita bernilai sekitar Rp 9,200/US$; pada saat artikel ini ditulis uang kita tinggal bernilai Rp 11,955/US$ atau mengalami penurunan nilai hampir 30% terhadap Dollar Amerika. Belum terhitung juga lapangan kerja yang hilang, berkurangnya pasar ekspor dlsb. dlsb.

 

the Fed rateYang menarik adalah bersamaan dengan proses dimusnahkannya riba di AS dan di Inggris, indikator Riba di masing-masing negeri tersebut yang tercermin dengan suku bungan the Fed di AS dan Base Rate di Inggris – sama-sama mengalami penurunan. Lihat grafik disamping untuk suku bungan the Fed dan grafik diatas untuk Base Rate.

Dengan logika yang sama, negeri yang tingkat suku bunganya - indikator Ribanya – masih lebih tinggi, akan lebih besar risikonya untuk dihancurkan. Dan ini juga sejalan dengan praktek manajemen risiko, bila debitur memiliki risiko lebih tinggi maka kreditur akan cenderung menaikan suku bunga (menaikkan riba).

Ada dua pelajaran dari fenomena ini yang bisa kita petik. Pertama adalah kita sedang diberi tontonan bagaimana Ayat Allah (QS 2 :276) in action di depan mata kita. Maka beruntunglah yang bisa mengambil pelajaran dari tontonan ini.

Kedua adalah bukan hal yang mustahil bagi seorang atheis sekalipun, kalau kepepet dalam masalah besar mereka akan mencari solusi yang fitrah. Konon orang-orang atheis dari negeri komunispun kalau dalam pesawat dan mengalami cuaca buruk mereka berdo’a juga – karena berdo’a ini fitrah manusia yang sesungguhnya mereka juga mengakui adanya Maha Pencipta.

Lantas solusi fitrah bagi uang itu apa ? ya dihilangkannya unsur Riba-nya itu. Dari dua grafik yang saya sajikan diatas, nampak jelas bahwa selama puncak krisis beberapa bulan terakhir, otoritas keuangan di dua negeri tersebut ketika dalam keputus-asaan-nya mencari solusi dari permasalahan yang ada – tanpa disadari mereka berusaha meminimisasi dampak Riba. Karena Riba inilah yang menghancurkan ekonomi mereka, hanya apabila Riba dihancurkan, krisis ini bisa berakhir untuk selamanya.

Solusi-solusi yang masih melibatkan riba, tidak akan pernah menjadi solusi yang sesungguhnya. Untuk sementara bisa saja seolah ekonomi telah pulih dan krisis telah berlalu, namun Ayat Allah pasti benarnya – jadi riba pasti dihancurkanNya. Maha benar Allah dalam segala firmanNya. (M. Iqbal)

 

Polls

Minat Anda Membeli Dinar
 

Who's Online

We have 2 guests online


Newsflash

www.dinar-online.com melayani penjualan Dinar Emas Islam bersertifikat berupa emas 22 karat (91.7% emas, 8.3% perak), berat 4.25gr, diameter 23mm, yang diproduksi oleh Logam Mulia - PT Aneka Tambang Tbk. Sangat baik untuk investasi jangka panjang seperti tabungan pendidikan anak, tabungan haji, dana pensiun dll.